Eksloprasi area Punggu Alas Taman Nasional Sebangau membuat Anda lebih terpesona betapa luasnya Taman Nasional ini dengan hutan hujan rawa gambut, dan biodiversitasnya. Punggu Alas membawa anda ke area yang lebih dalam lagi mengamati fauna yang ada di dalam Taman Nasional seperti suara nyanyian Owa. Mereka dikatakan menghasilkan nyanyian paling kompleks dari semua mamalia darat. Biasanya, Anda mendengar lagu mereka di pagi hari. Lagu-lagu indah mereka berkisar antara 10 hingga 30 menit. Saat pasangan sudah kawin, mereka melakukan duet sebagai cara mendeklarasikan dan memperkuat ikatan mereka. Lagu owa lainnya menandai batas wilayah atau mengungkapkan jenis kelamin penyanyi atau identitas individu. Saat Anda mendekati orangutan di alam liar, jantung Anda selalu berdetak kencang. Kera merah besar dan lembut ini adalah salah satu kerabat terdekat kita. Faktanya, kami berbagi 98% DNA yang sama. Mereka sangat cerdas dan memiliki kemampuan nalar yang canggih. Seperti bayi manusia, bayi orangutan bisa menangis dan merengek, dan pemandangan termanis melihat mereka terlihat lembut, hampir seperti tersenyum, kepada ibunya. Juga, aroma hutan dan air yang dipancarkan oleh rawa gambut Sebangau. Ada yang menggambarkannya sebagai aroma teh. Memang, air diwarnai dengan warna coklat tua oleh tanin yang terlepas dari daun-daun yang gugur dan gambut – karenanya dinamai ‘rawa air hitam’. Secara keseluruhan, 927 spesies tumbuhan berbunga dan pakis telah diidentifikasi di hutan rawa gambut Kalimantan, dan baunya sangat harum dan dipercaya oleh masyarakat Dayak, jika minum air gambut di Punggu Alas, bias menyehatkan dan obat tradisional. Selain itu7, Orang Dayak terkenal sebagai juru masak dengan menggunakan rempah asli yang luar biasa. Ketika Anda mengunjungi desa Dayak setempat, selalu ada sesuatu yang dimasak di dalam panci atau dimasak langsung di atas api. Salah satu dari 37 ikan dalam keluarga lele, tahoman adalah ikan sungai lokal yang sangat populer karena daging putihnya yang lembut.

Kami mengajak anda untuk merasakan petualangan lebih dalam Taman Nasional Sebangau di Punggu Alas selama 3 hari dua malam dengan itinerary sebagai berikut:

Itinerary

Hari pertama

Dimulai keberangkatan dari Palangkaraya dan berkendara ke desa Kereng Pakahi sekitar 3-4 jam. Lalu, dilanjutkan menggunakan perahu motor ke Desa Keruing untuk mengunjungi masyarakat local dan anda akan disuguhi makanan tradisional dan penyambutan dari warga desa seperti menonton pertunjukan seni bela diri tradisional Dayak dan memberi kami air suci dari kepala desa untuk memberkati perjalanan tanpa masalah atau hal buruk terjadi sampai perjalanan selesai. Kemudian, anda akan melanjuti perjalanan menuju Kamp Punggu Alas dan bersantai. Malam harinya, anda akan mengeksplor hutan yang dekat dengan area kamp (opsional).

Hari kedua

Pagi harinya dimulai antara jam 5 atau 6 pagi, anda melakukan jungle trekking dan mengamati beberapa primata “Bekantan, Orangutan Liar, Lutung Merah, dan Owa” dan berenang di sungai gambut yang memiliki warna unik karena fermentasi daun dan akar. Trekking di hutan akan dilakukan 2 kali, di pagi dan sore hari, tergantung permintaan kami dan diperlukan fleksibilitas perjalanan!

Hari ketiga

Selesai sarapan pagi anda akan berpamitan dengan masyarakat sekitar dan check out dari Kamp, selanjutnya kembali ke Palangkaraya. Tour selesai.

Biaya

PAKET TOURPER PERSON RATE
1 PaxRp 8,453,333
2 PaxRp 4,526,667
3-4 PaxRp 3,113,333
5-6 PaxRp 3,224,444
7-8 PaxRp 2,953,333
9-10 PaxRp 2,646,667

INCLUDING

  • Transportasi
  • Akomodasi
  • Makan
  • Hiburan lokal
  • Biaya tour guide
  • Tiket masuk Taman Nasional
  • Perlengkapan mandi ramah lingkungan

EXCLUDING

  • Biaya personal
  • Tiket Pesawat
  • Tips guide

BOOK TOUR

yun pratiwi

If you’re interested to travel to Borneo or want a customized itinerary, please feel free to send us a message in the contact form or contact through email.

email: cbguide.info@gmail.com
phone: +62-811-523-3389